KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari resmi meluncurkan program kemandirian lingkungan bertajuk “Green Campus Initiative” pada Jumat, 19 April 2026. Program ambisius ini merupakan respons nyata terhadap meningkatnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya keberlanjutan lingkungan dan implementasi nilai-nilai Islam yang peduli terhadap ekosistem.
Acara peluncuran diselenggarakan di Lapangan Terbuka Fakultas Biologi, Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, Jalan Sultan Hasanuddin, Kendari. Dengan menghadirkan lebih dari 500 mahasiswa dari berbagai program studi, kegiatan tersebut menciptakan momentum yang luar biasa dalam perjalanan transformasi kampus menuju institusi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Latar Belakang dan Motivasi Program
Green Campus Initiative lahir dari hasil diskusi intensif yang dilakukan selama tiga bulan, melibatkan elemen mahasiswa, dosen, dan pihak administrasi kampus. Menurut informasi yang diperoleh, ide awal muncul dari sejumlah observasi kritis yang dilakukan oleh anggota BEM Fakultas Biologi terhadap kondisi lingkungan di area kampus.
“Kami mengamati bahwa meskipun Fakultas Biologi secara akademis fokus pada ilmu pengetahuan alam, namun implementasi praktik berkelanjutan di lingkungan kampus masih belum optimal,” jelas Muhammad Farhan Wijaya, Ketua BEM Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari dalam sambutan pembukaan acara.
Sebelum peluncuran resmi, BEM melakukan survei terhadap 300 mahasiswa aktif Fakultas Biologi. Hasil survei menunjukkan bahwa 87 persen mahasiswa mendukung inisiatif penghijauan kampus, sementara 79 persen menyatakan siap terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan lingkungan yang berkelanjutan. Data ini menjadi penguat komitmen BEM untuk meneruskan program ini dengan serius.
“Data menunjukkan bahwa mahasiswa kami memiliki kesadaran lingkungan yang tinggi. Mereka hanya butuh wadah untuk mengaktualisasikan kepedulian tersebut. Green Campus Initiative adalah jawaban atas kebutuhan itu,” tambah Farhan dengan antusiasme yang tinggi.
Pilar-Pilar Utama Program Green Campus Initiative
Program Green Campus Initiative dirancang dengan empat pilar strategis yang saling terintegrasi. Pertama, pilar “Penghijauan Kampus” yang menargetkan penanaman 2.000 pohon peneduh dan tanaman hias di seluruh area Fakultas Biologi dalam kurun waktu satu tahun akademik. Pohon-pohon yang dipilih adalah spesies endemik Sulawesi yang berpotensi memperkaya biodiversitas lokal sekaligus mengurangi emisi karbon.
Kedua, pilar “Pengurangan Sampah Plastik” yang mengimplementasikan sistem pembatasan penggunaan plastik sekali pakai di semua fasilitas kampus. Program ini mencakup penyediaan tempat sampah terpisah (sampah organik, plastik, dan kertas) di 15 lokasi strategis, serta pembelian 500 tumbler stainless steel khusus untuk dijual dengan harga subsidi kepada mahasiswa.
Ketiga, pilar “Edukasi Berkelanjutan” yang menghadirkan rangkaian seminar bulanan, workshop, dan kegiatan literasi lingkungan. Setiap bulan akan dihadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk membahas topik-topik seperti konservasi terumbu karang (mengingat Kendari adalah kota pesisir), pengelolaan limbah, hingga pertanian organik.
Keempat dan terpenting, pilar “Kemitraan Strategis” yang melibatkan kolaborasi dengan organisasi lingkungan lokal, pemerintah daerah, dan dunia usaha yang komitmen pada keberlanjutan. Melalui pilar ini, program diharapkan dapat menjangkau dampak yang lebih luas di luar sekadar ruang lingkup kampus.
Keterlibatan Organisasi Mahasiswa Lainnya
Menarik untuk dicatat bahwa Green Campus Initiative bukan hanya inisiatif BEM semata, melainkan hasil kolaborasi sinergis dengan berbagai organisasi mahasiswa di Fakultas Biologi. Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Biologi Murni, HMPS Bioteknologi, dan HMPS Ilmu Lingkungan menjadi mitra aktif dalam merancang dan mengeksekusi program ini.
Selain itu, organisasi-organisasi mahasiswa berbasis minat seperti Natura (komunitas pecinta alam), BioClub (komunitas penelitian biologi), dan Green Youth Movement juga turut berkontribusi dengan menampilkan aktivasi stand edukasi masing-masing selama acara peluncuran berlangsung.
“Kolaborasi lintas organisasi ini menunjukkan bahwa spirit kebersamaan mahasiswa sangat kuat,” ujar Siti Nur Azizah, Ketua HMPS Biologi Murni, yang hadir sebagai pembicara dalam sesi diskusi panel.
Respon dan Dukungan Pimpinan Kampus
Dalam pidato resminya, Dr. Ir. Bambang Sutisna, Dekan Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa tersebut. Beliau menekankan bahwa program ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menjadi universitas yang berbasis riset dan peduli lingkungan.
“Mahasiswa kami menunjukkan bahwa mereka tidak hanya pengguna kampus, tetapi juga pionir perubahan positif. Green Campus Initiative adalah bukti nyata dari peran mahasiswa dalam mewujudkan tanggung jawab sosial kampus. Saya berkomitmen penuh untuk mendukung program ini dengan alokasi dana dan fasilitas yang memadai,” jelas Dr. Bambang Sutisna kepada wartawan setelah peluncuran acara.
Lebih lanjut, Bambang menyatakan bahwa pihak administrasi kampus akan memfasilitasi program ini melalui penyediaan lahan untuk penghijauan, perizinan untuk penempatan tempat sampah terpisah, dan pendanaan untuk kegiatan edukasi dan pelatihan bagi mahasiswa yang terlibat.
“Kami juga akan mengintegrasikan program ini ke dalam kurikulum sebagai bentuk pembelajaran experiential bagi mahasiswa. Misalnya, mahasiswa program studi Ekologi dapat melakukan penelitian tentang dampak program penghijauan ini terhadap biodiversitas kampus,” tambah Dekan dengan nada optimis.
Kegiatan-Kegiatan Konkret dan Jadwal Implementasi
Dalam dokumen proposal yang telah disetujui administrasi kampus, Green Campus Initiative telah merancang sejumlah kegiatan konkret dengan jadwal implementasi yang jelas. Fase pertama, yang dimulai sejak bulan April 2026 hingga Juni 2026, fokus pada sosialisasi program dan pembentukan tim-tim kerja yang terstruktur.
Pada fase kedua (Juli-September 2026), akan dilakukan penanaman pohon pertama sebanyak 500 pohon di area sekitar Laboratorium Ekologi dan Rumah Kaca Kampus. Setiap pohon akan ditandai dengan papan nama yang berisi informasi spesies, manfaat ekologis, dan nama mahasiswa yang menanamnya sebagai bentuk akuntabilitas personal.
Fase ketiga (Oktober 2026-Maret 2027) akan mengintensifkan kegiatan edukasi dengan mengadakan 6 seminar tematik, 2 workshop intensif tentang komposting dan pertanian organik, serta peluncuran media sosial campaign bertajuk #GreenCampusJourney untuk meningkatkan awareness di tingkat kampus dan masyarakat luas.
Sementara itu, fase keempat (April 2026-Desember 2026) akan fokus pada konsolidasi, evaluasi dampak program, dan perencanaan keberlanjutan jangka panjang. BEM juga telah menyiapkan mekanisme transparansi melalui laporan triwulanan yang akan dipublikasikan di media sosial dan website resmi Fakultas Biologi.
Dampak dan Harapan ke Depan
Jika program ini berjalan sesuai rencana, dampak yang diharapkan tidak hanya bersifat lingkungan tetapi juga sosial dan akademis. Dari sisi lingkungan, penambahan 2.000 pohon diproyeksikan dapat menyerap hingga 4.000 ton CO2 selama 20 tahun ke depan dan meningkatkan cover hijau kampus dari saat ini 35 persen menjadi 60 persen.
Dari aspek sosial, program ini diharapkan meningkatkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap kampus, memperkuat ikatan komunitas, dan menginspirasi mahasiswa lain untuk mengambil aksi nyata terhadap isu-isu keberlanjutan. Sementara dari sisi akademis, program ini akan menciptakan peluang riset bagi mahasiswa tentang dampak intervensi lingkungan terhadap ekosistem kampus.
“Kami percaya bahwa Green Campus Initiative adalah investasi jangka panjang, bukan hanya untuk kampus kami, tetapi juga untuk masa depan Kendari dan Indonesia secara keseluruhan,” tutur Muhammad Farhan Wijaya dalam sesi tanya jawab seusai acara.
Tidak hanya itu, BEM juga menargetkan program ini menjadi model yang dapat ditiru oleh universitas-universitas lain di Sulawesi Tenggara, sekaligus menjadi kontribusi nyata Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap target pemerintah Indonesia untuk mencapai net-zero emission pada 2060.
Penutup
Peluncuran Green Campus Initiative pada 19 April 2026 menandai babak baru dalam sejarah kehidupan mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari. Program ini bukan sekadar slogan atau kampanye sesaat, melainkan komitmen terstruktur dan sistematis untuk mengubah kampus menjadi ekosistem yang lebih sehat, berkelanjutan, dan menginspirasi.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, keterlibatan aktif seluruh organisasi mahasiswa, dan semangat tinggi dari ribuan mahasiswa, Green Campus Initiative memiliki potensi besar untuk menjadi sukses dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Momentum ini juga menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia tidak pasif dalam menghadapi tantangan lingkungan global, melainkan aktif mencari solusi konkret di level lokal.
Sebagaimana pesan yang tersirat dalam tema program itu sendiri, “green” bukan hanya melambangkan warna pohon, tetapi juga representasi dari harapan, masa depan, dan komitmen untuk generasi mendatang yang lebih baik.