KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari kembali membanggakan dengan meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, pencapaian luar biasa datang dari Fakultas Biologi melalui tiga mahasiswa berprestasi yang berhasil memenangkan medali emas dalam Kompetisi Riset Mahasiswa Nasional (KRMN) 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada 15-17 April 2026 lalu di Jakarta.
Ketiga mahasiswa pemenang tersebut adalah Siti Nurhaliza (semester 7, program studi Biologi), Muhammad Fadli Pratama (semester 7, program studi Bioteknologi), dan Ratna Dewi Kusuma (semester 6, program studi Biologi) yang berhasil meraih penghargaan tertinggi dengan kategori penelitian “Eksplorasi Potensi Bakteri Probiotik dari Air Terjun Moramo untuk Aplikasi Pangan Fungsional”. Prestasi ini merupakan kemenangan pertama bagi Unismuh Kendari dalam kategori riset murni tingkat nasional dalam tiga tahun terakhir.
Latar Belakang Penelitian yang Inovatif
Penelitian yang memenangkan medali emas ini bermula dari ketertarikan tim terhadap potensi sumber daya alam lokal Sulawesi Tenggara, khususnya keragaman mikroorganisme yang terdapat di ekosistem air terjun. Tim peneliti memilih lokasi penelitian di Air Terjun Moramo, salah satu destinasi wisata alam terkenal di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang belum banyak dieksplorasi dari aspek mikrobiologi.
“Kami memilih Air Terjun Moramo karena lokasi tersebut memiliki karakteristik lingkungan yang unik dengan aliran air yang deras, suhu yang relatif stabil, dan tingkat pencemaran yang minimal. Kami berargumen bahwa kondisi lingkungan seperti ini berpotensi menjadi habitat ideal bagi berbagai jenis bakteri probiotik yang belum teridentifikasi,” jelas Siti Nurhaliza saat diwawancarai di ruang Dekanat Fakultas Biologi, Rabu (17/4/2026).
Riset selama enam bulan ini melibatkan pengambilan sampel air dan sedimen dari berbagai titik di Air Terjun Moramo. Sampel kemudian dianalisis menggunakan teknik isolasi, identifikasi morfologi, dan analisis genetik menggunakan 16S rRNA gene sequencing. Dari total 127 isolat yang berhasil diisolasi, 23 isolat menunjukkan karakteristik sebagai bakteri probiotik potensial berdasarkan uji antagonis terhadap bakteri patogen dan uji toleransi terhadap asam lambung.
Metodologi dan Hasil Penelitian yang Mengesankan
Muhammad Fadli Pratama, ketua tim peneliti, menjelaskan bahwa metodologi penelitian mereka menggunakan pendekatan multidisipliner yang menggabungkan mikrobiologi klasik, biologi molekuler, dan aplikasi pangan. “Kami tidak hanya sekadar mengisolasi bakteri, tetapi juga menguji kapabilitas mereka sebagai agen probiotik yang potensial dikembangkan menjadi produk pangan fungsional,” ujarnya dengan antusias.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 23 isolat potensial, lima isolat bakteri menunjukkan aktivitas penghambatan terbaik terhadap bakteri patogen enterik seperti Escherichia coli dan Salmonella typhimurium. Kelima isolat tersebut juga mampu bertahan pada kondisi pH 2-3 (simulasi asam lambung) dengan viabilitas lebih dari 75 persen setelah dua jam inkubasi.
“Temuan ini sangat signifikan karena menunjukkan bahwa bakteri-bakteri ini memiliki potensi nyata untuk dikembangkan sebagai suplemen probiotik,” tambah Ratna Dewi Kusuma, anggota tim yang menangani aspek uji fungsional. Penelitian tim juga menemukan bahwa salah satu isolat bakteri, yang mereka identifikasi sebagai Lactobacillus plantarum varian lokal, mampu memproduksi komponen antimikroba yang belum pernah dilaporkan sebelumnya dalam literatur internasional.
Dukungan Penuh dari Institusi Pendidikan
Pencapaian luar biasa ini tidak terlepas dari dukungan penuh dari pihak universitas, khususnya Dekan Fakultas Biologi dan dosen pembimbing. Dr. Andi Muhammad Ridha, Dekan Fakultas Biologi Unismuh Kendari, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa tersebut.
“Kemenangan medali emas ini adalah bukti nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mendorong mahasiswa untuk melakukan riset berkualitas yang berorientasi pada solusi permasalahan lokal. Kami sangat bangga bahwa tim ini mampu bersaing dengan ribuan peserta dari universitas-universitas terkemuka di seluruh Indonesia,” kata Dr. Andi Muhammad Ridha dalam konferensi pers di ruang Rektorat Unismuh Kendari, Kamis (17/4/2026).
Dosen pembimbing utama, Dr. Dwi Suryanto, M.Sc., yang merupakan dosen dengan spesialisasi dalam mikrobiologi industri, menyatakan bahwa dedikasi mahasiswa mereka luar biasa. “Sejak awal, saya melihat motivasi tinggi dari ketiga mahasiswa ini untuk melakukan penelitian yang not only academically rigorous tetapi juga praktis dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mereka rela melakukan pengambilan sampel berulang kali, mengoptimalkan metode isolasi, dan melakukan validasi data dengan standar internasional,” ucap Dr. Dwi Suryanto dengan penuh apresiasi.
Selain dosen pembimbing, tim peneliti juga mendapat dukungan dari Laboratorium Sentral Unismuh Kendari yang menyediakan fasilitas penunjang seperti spektrofotometer, inkubator, dan sentrifus berkualitas tinggi. Kepala Laboratorium Sentral, Ir. Slamet Widodo, M.Si., mengatakan bahwa investasi universitas dalam peralatan laboratorium modern telah membuka peluang bagi mahasiswa untuk melakukan riset dengan standar internasional.
Kompetisi Ketat di Tingkat Nasional
Kompetisi Riset Mahasiswa Nasional (KRMN) 2026 adalah ajang bergengsi yang diikuti oleh lebih dari 2.500 peserta dari 300-an perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Kompetisi ini terbagi menjadi berbagai kategori, mulai dari riset murni, terapan, hingga pengembangan produk. Setiap kategori memiliki standar penilaian yang ketat meliputi orisinalitas ide, metodologi penelitian, signifikansi hasil, presentasi, dan potensi komersial atau dampak sosial.
Tim dari Unismuh Kendari harus melalui tiga tahap seleksi ketat. Pertama, seleksi administratif dan kelengkapan dokumen yang dilakukan oleh panitia pusat Kemendikbudristek. Kedua, penilaian proposal oleh panel ahli yang terdiri dari akademisi dan praktisi terkemuka. Ketiga, presentasi langsung di depan dewan juri internasional yang melibatkan profesor dari universitas-universitas ternama seperti ITB, UI, dan IPB, serta reviewer dari institusi penelitian internasional.
“Kami sangat senang ketika nama kami diumumkan sebagai pemenang medali emas. Terlebih lagi, kami mengalahkan pesaing-pesaing dari universitas yang mungkin memiliki fasilitas lebih lengkap dari kami. Ini membuktikan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga tentang dedikasi, kerja keras, dan inovasi cara berpikir,” kata Siti Nurhaliza dengan mata berbinar bahagia.
Dampak dan Kelanjutan Penelitian
Prestasi ini tidak hanya sekadar penghargaan di atas meja, tetapi membuka peluang baru bagi pengembangan lebih lanjut dari penelitian tersebut. Beberapa universitas terkemuka dan industri pangan telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi dalam tahap pengembangan produk dan uji klinis. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat dipublikasikan dalam jurnal-jurnal internasional bereputasi dalam waktu dekat.
Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. Sutarto, M.Si., dalam pernyataannya mengatakan bahwa universitas akan memberikan dukungan finansial tambahan untuk kelanjutan penelitian ini. “Kami akan mengalokasikan dana hibah penelitian khusus sebesar 150 juta rupiah untuk tim ini agar dapat melanjutkan penelitian ke fase pengembangan produk dan uji praktikalitas. Kami juga akan memfasilitasi pendaftaran hak paten untuk inovasi-inovasi yang dihasilkan,” terang Prof. Sutarto.
Selain itu, universitas juga berencana untuk mengintegrasikan temuan penelitian ini ke dalam kurikulum program studi Bioteknologi dan Biologi agar mahasiswa-mahasiswa lain dapat belajar langsung dari metodologi dan inovasi yang telah dikembangkan. “Kami ingin menciptakan culture of research di fakultas ini sehingga prestasi ini bukan hanya tentang individu-individu tertentu, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas riset secara keseluruhan,” tambahnya.
Motivasi Bagi Mahasiswa Lain
Pencapaian tim ini menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa-mahasiswa lain di Fakultas Biologi Unismuh Kendari. Beberapa mahasiswa semester awal yang diwawancarai mengaku terinspirasi oleh kesuksesan rekan-rekan mereka dan berencana untuk terlibat dalam kegiatan penelitian.
“Saya melihat bahwa mahasiswa kami ini tidak melakukan riset hanya untuk memenuhi syarat akademik, tetapi dengan misi yang jelas untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. Inilah yang menjadi spirit dari Universitas Muhammadiyah Kendari,” kata Dr. Andi Muhammad Ridha dalam kesempatan lain.
Untuk memperkuat ekosistem penelitian, universitas juga telah membentuk Research Center for Sustainable Biotechnology yang akan menjadi pusat koordinasi bagi mahasiswa dan dosen yang tertarik melakukan riset di bidang bioteknologi dan mikrobiologi. Center ini akan dilengkapi dengan fasilitas modern dan akan menjalin kerjasama dengan institusi penelitian internasional.
Penutup
Prestasi medali emas yang diraih oleh Siti Nurhaliza, Muhammad Fadli Pratama, dan Ratna Dewi Kusuma di Kompetisi Riset Mahasiswa Nasional 2026 merupakan milestone penting bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pencapaian ini membuktikan bahwa dengan komitmen, dedikasi, dan dukungan institusional yang kuat, mahasiswa dari universitas di daerah terpencil sekalipun mampu bersaing dan berinovasi di tingkat nasional bahkan internasional.
Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Biologi, telah menunjukkan bahwa kualitas penelitian tidak selalu tentang besarnya institusi, tetapi tentang passion, metode yang tepat, dan relevansi dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ke depannya, diharapkan pencapaian ini akan menjadi katalis untuk lahirnya lebih banyak inovasi dan penelitian berkualitas dari tanah Kendari, sehingga dapat berkontribusi nyata pada pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Selamat untuk Siti Nurhaliza, Muhammad Fadli Pratama, dan Ratna Dewi Kusuma. Semoga prestasi ini menjadi awal dari perjalanan panjang dalam dunia penelitian dan inovasi yang akan membawa manfaat luas bagi negeri.
—
Penulis: Tim Jurnalisme Kampus
Kendari, 17 April 2026