Kendari — Dalam upaya meningkatkan kesadaran akademis dan penguasaan ilmu pengetahuan terkini, Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan Seminar Nasional Konservasi Laut dan Ekosistem Pesisir yang dihadiri oleh para ahli, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Acara berlangsung pada Senin, 7 April 2026, di Auditorium Utama Kampus Anduonohu, Universitas Muhammadiyah Kendari, dengan menghadirkan pembicara utama dari institusi penelitian terkemuka nasional.
Seminar yang mengambil tema “Strategi Konservasi Laut dan Pemanfaatan Berkelanjutan untuk Pembangunan Ekonomi Biru Sulawesi Tenggara” ini menjadi momentum penting bagi akademisi lokal untuk berbagi dan memperdalam pengetahuan tentang kelestarian sumber daya laut yang menjadi aset utama Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagai wilayah yang memiliki potensi laut yang sangat besar, Kendari dan sekitarnya menghadapi tantangan serius dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan kelestarian ekosistem.
Latar Belakang dan Relevansi Acara
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka di kawasan timur Indonesia, terus berkomitmen untuk mengembangkan penelitian dan pengajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Fakultas Biologi, yang menjadi spearhead dalam pengembangan ilmu hayati, memandang penting untuk mengorganisir forum akademis yang melibatkan para stakeholder dari berbagai sektor.
Menurut data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sulawesi Tenggara memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 2.500 kilometer dengan kekayaan terumbu karang, padang lamun, dan ekosistem pesisir lainnya. Namun, degradasi lingkungan laut akibat pencemaran, overfishing, dan perubahan iklim telah mengancam keberlanjutan ekosistem tersebut. Oleh karena itu, seminar ini hadir sebagai langkah konkret untuk mencari solusi dan strategi dalam menjaga kelestarian laut Sulawesi Tenggara.
Kehadiran Pembicara Nasional dan Internasional
Seminar kali ini menghadirkan lima pembicara utama dengan kredibilitas akademis yang tinggi. Pembicara pertama adalah Dr. Prof. Bambang Setiawan, seorang peneliti terkemuka dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam studi ekosistem terumbu karang di kawasan Pasifik. Dr. Setiawan akan memaparkan tentang “Teknologi Monitoring Terumbu Karang Menggunakan Drone Bawah Air dan Artificial Intelligence untuk Deteksi Dini Kerusakan Ekosistem.”
Pembicara kedua adalah Dr. Siti Nurhaliza Rakhman dari Universitas Indonesia, ahli dalam bidang bioremediasi laut yang telah mengembangkan teknologi penggunaan bakteri laut untuk membersihkan polutan. Beliau akan berbicara tentang “Pemanfaatan Mikroorganisme Laut dalam Penanganan Pencemaran Logam Berat di Perairan Pesisir Indonesia.”
Selain itu, acara ini juga menghadirkan Dr. Muhammad Rizki Hidayat dari Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan membahas tentang “Budidaya Berkelanjutan dan Konservasi Spesies Laut Terancam Punah di Indonesia.”
Rangkaian Acara dan Program
Pelaksanaan seminar dimulai pukul 08.00 pagi dengan pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. H. Farid Wajdi, M.Si. Sebelum memasuki sesi paparan materi utama, dilakukan pula briefing khusus tentang kondisi terkini laut Sulawesi Tenggara oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara.
Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan presentasi dari lima pembicara utama yang masing-masing diberikan waktu selama 45 menit untuk memaparkan penelitian dan inovasi mereka. Setiap sesi disertai dengan diskusi tanya jawab yang melibatkan peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, dan praktisi industri.
Pada siang hari, acara dilanjutkan dengan workshop interaktif yang dibagi menjadi tiga kelompok diskusi. Kelompok pertama membahas “Strategi Advokasi dan Edukasi Masyarakat untuk Konservasi Laut,” kelompok kedua mengeksplorasi “Peluang Riset dan Pengembangan Berkelanjutan,” sementara kelompok ketiga fokus pada “Aspek Hukum dan Kebijakan dalam Konservasi Laut.”
Partisipasi Mahasiswa dan Komunitas Akademis
Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 500 peserta, terdiri dari mahasiswa Fakultas Biologi dan fakultas terkait lainnya, dosen-dosen peneliti, serta perwakilan dari lembaga pemerintah dan swasta yang bergerak di bidang kelautan. Universitas Muhammadiyah Kendari juga mengundang mahasiswa dari Universitas Haluoleo, STIKES Mandala Waluya, dan beberapa sekolah menengah atas dengan program unggulan bidang sains.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi. Mahasiswa dari Program Studi Biologi Murni, khususnya, menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap aplikasi praktis dari teori-teori konservasi yang dipresentasikan.
Kutipan dari Pejabat dan Akademisi
Dr. H. Farid Wajdi, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutannya menyatakan: “Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk menjadi katalis perubahan dalam pelestarian lingkungan laut Sulawesi Tenggara. Seminar ini bukan hanya forum akademis, tetapi juga wahana untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga ekosistem laut bagi generasi mendatang. Kami percaya bahwa melalui riset yang solid dan implementasi yang nyata, kita dapat menciptakan model konservasi yang berkelanjutan.”
Dekan Fakultas Biologi, Dr. Irma Suryani, S.Si., M.Sc., menambahkan: “Sebagai institusi pendidikan, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori tetapi juga memiliki visi dan misi yang jelas dalam berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Seminar ini memberi kesempatan kepada mahasiswa kami untuk belajar langsung dari para ahli dan membangun jaringan akademis yang kuat.”
Dr. Prof. Bambang Setiawan dari LIPI memberikan pandangan optimis: “Teknologi terkini yang kami tawarkan bukan sekadar alat, tetapi medium untuk memahami dan berinteraksi dengan alam secara lebih baik. Indonesia, khususnya Sulawesi Tenggara, memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan inovasi konservasi laut yang dapat menjadi model bagi negara-negara lain. Yang penting adalah kolaborasi sinergis antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.”
Dr. Siti Nurhaliza Rakhman juga menekankan: “Bioremediasi bukanlah solusi pamungkas, tetapi bagian dari strategi holistik dalam mengatasi pencemaran laut. Teknologi yang kami kembangkan telah diuji di beberapa lokasi di Indonesia, dan hasilnya sangat menjanjikan. Namun, transfer pengetahuan ke tingkat implementasi masih memerlukan pendampingan intensif dan investasi yang memadai.”
Dampak dan Prospek ke Depan
Peserta seminar tampak mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya konservasi laut dan peluang-peluang riset yang masih terbuka lebar. Beberapa mahasiswa mengungkapkan minat mereka untuk melakukan penelitian lanjutan dengan fokus pada konservasi laut dan penanganan pencemaran. Hal ini menunjukkan bahwa seminar telah berhasil memicu kesadaran akademis dan motivasi untuk terlibat dalam isu-isu lingkungan yang krusial.
Sebagai tindak lanjut dari seminar ini, Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari berencana untuk membentuk kelompok riset khusus yang akan berkolaborasi dengan berbagai institusi nasional dan internasional dalam mengembangkan solusi konservasi laut. Rencana ini juga mencakup pengembangan program magang bagi mahasiswa di lembaga-lembaga penelitian kelautan dan organisasi non-profit yang bergerak di bidang konservasi.
Selain itu, kesepakatan telah dicapai untuk menyelenggarakan seminar serupa secara berkala, minimal setiap dua tahun sekali, dengan topik-topik yang disesuaikan dengan perkembangan terkini dalam bidang biologi dan konservasi laut.
Penutup
Seminar Nasional Konservasi Laut dan Ekosistem Pesisir yang diselenggarakan oleh Fakultas Biologi Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 menjadi bukti nyata dari komitmen institusi dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas dan responsif terhadap isu-isu lingkungan kontemporer. Melalui forum ini, harapan besar tertuju pada lahirnya generasi ilmuwan muda yang tidak hanya memahami kompleksitas ekosistem laut tetapi juga mampu menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan.
Kendari, dengan posisinya sebagai gerbang pengembangan ekonomi biru Sulawesi Tenggara, membutuhkan para pemimpin pemikiran yang dapat menjembatani kesenjangan antara pengetahuan ilmiah dan implementasi kebijakan. Seminar ini telah membuka jalan menuju arah tersebut, dan Universitas Muhammadiyah Kendari berposisi sebagai salah satu motor penggerak perubahan positif dalam pelestarian laut Indonesia.
Dengan antusiasme peserta, kredibilitas pembicara, dan komitmen institusi, seminar ini diharapkan akan menjadi cikal bakal dari gerakan akademis yang lebih besar dalam menjaga kelestarian laut Sulawesi Tenggara untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
—
(Artikel ini disusun berdasarkan simulasi acara akademis pada Universitas Muhammadiyah Kendari dengan fokus pada isu konservasi laut yang relevan bagi wilayah Sulawesi Tenggara.)